26
Sep

Apa Sih menata Rumah Dengan Metode KonMari

Apa Sih menata Rumah Dengan Metode KonMari

Interior – Rumah rapi dan bersih merupakan idaman bagi para wanita, akan tetapi hal itu akan sangat sulit jika harus terbiasa dengan cara mengumpulkan dan menyimpan barang selama bertahun – tahun.

Seorang penulis buku dari Jepang, Marie Kondo, menemukan metode menata yang disebut sebagai Metode KonMari.R

Sejak kecil Marie gemar merapikan segala sesuatu yang dimilikinya. Kebiasaan itu semakin berkembang saat Marie bekerja di Kuil Shinto yang serba minimalis dan rapi. Metode KonMari ini dituliskannya di buku berjudul “The Life-changing Magic of Tidying Up” yang sukses menjadi buku best-seller.

Keunikan dari metode ini adalah menyimpan barang yang memberikan rasa bahagia, sedangkan barang yang membosankan, tidak dibutuhkan dan tidak menimbulkan rasa senang didonasikan atau dibuang. Dengan melakukan metode KonMari, setiap orang pasti bisa menata kamar, rumah, kubikel kerja, dan ruangan apapun.

Langkah-langkah menata rumah dengan metode KonMari

1. Kumpulkan semua barang sesuai kategori

Yes, metode KonMari mengharuskan kita menata rumah dengan memilah barang berdasarkan kategori ya. Bukan per lokasi.

Misalnya, hari ini Mama ingin merapikan pakaian, maka kumpulkanlah semua pakaian di satu area. Katakanlah, di tempat tidur. Semua ya, Ma. Kosongkan lemari pakaian, kosongkan lacinya, box-box pakaian, koper, tas, dan lain-lain.

Saat mengumpulkan pakaian tersebut, akhirnya saya bisa menemukan kaus kaki di berbagai tempat, Ma. Di laci, di rak pakaian dalam, di rak baju sekolah. Ya, gara-garanya saya suka lupa dan asal taruh saja.

Mama pasti juga akan takjub begitu barang sudah terkumpul semua. Barangkali Mama akan menemukan banyak barang yang hilang, misalnya jilbab yang nyelip, atau T-Shirt anak yang nyempil di sudut laci. Mama juga akan terpesona, betapa ternyata kita punya banyak barang!

Saya hitung, ternyata saya punya 3 stepler, 2 lusin bolpen, 3 strip obat flu, 2 gunting kuku, seabrek tas kain, semuanya terkumpul dari berbagai sudut rumah! Wow! Buat apa ya, saya sampai punya 3 stepler kayak gitu? Entahlah.

2. Sortir sesuai sub kategori

Saya ambil contoh saja, kita akan menata pakaian hari ini ya, Ma. Maka setelah kita kumpulkan pakaian seluruh anggota keluarga di satu tempat, kemudian kita pilah lagi berdasarkan sub kategori. Peganglah setiap barang yang ada. Rasakan apakah barang yang sedang dipegang tersebut menimbulkan ‘spark of joy’ atau perasaan suka cita pada diri Mama. Jadi, bukan hanya sekadar penting atau tidak penting ya, Ma.

Mungkin akan berbeda-beda untuk setiap orang ya, apa saja sub kategori yang dipakai untuk memilah. Kalau saya nih, saya pisahkan berdasarkan pemakaian. Apakah pakaian tersebut saya pakai dalam setahun terakhir, dan akan memakainya lagi setahun ke depan. Karena saya perhitungkan, barang-barang yang nggak pernah saya sentuh dalam setahun terakhir, kemungkinan besar juga nggak akan saya sentuh juga dalam beberapa tahun ke depan.

Buat saya, paling berat saat harus berurusan dengan barang orang lain. Gambar anak-anak, hasil prakarya mereka, crafting-nya yang sambil belajar, bahkan raket si Papa yang tak pernah disentuh itu memberikan rasa senang pada saya? Enggak tuh. Maunya sih saya buang saja. Hahaha. Tapi si papanya anak-anak pasti akan ngamuk, kalau raket kesayangannya tiba-tiba raib. Yah, sudahlah. Jadi memang kita harus pinter memilahnya ya. Sesuaikan dengan kondisi keluarga.

Kalau barang yang masih akan saya pakai kemudian saya simpan, lalu bagaimana dengan barang-barang yang lain itu? Hmmm, kita ke langkah selanjutnya!

 

3. Hibahkan barang yang tak terpakai

Image via Bettina Deda Colour Design

Marie Kondo menyarankan, barang-barang yang demikian lebih baik diikhlaskan saja untuk dipakai orang lain.

Waduh, harus membuang barang?

Bukan membuang barang, Ma. Kita memberikan barang agar bisa bermanfaat bagi orang lain, dan saat saya membutuhkan, akan ada barang lain yang lebih baik dan berguna juga buat saya.

Ikhlaskan, Ma. Bungkus dalam plastic bag hitam besar, lalu segera singkirkan. Percayalah, hidup Mama akan jauh lebih ringan setelah jauh dari barang-barang yang bahkan tak pernah dipakai lagi dalam 1 tahun terakhir! Buktikan saja.

4. Atur kembali barang ke tempatnya sesuai kategori

Mama, pastikan hanya ada 1 lokasi untuk menyimpan barang dalam satu sub-kategori tertentu ya.

Handuk dengan handuk yang lain, letakkan di satu rak. Celana dengan celana yang lain, di rak yang lain. Selanjutnya dengan pakaian dalam, kaus kaki, endebre endebre. Kalau perlu, tambahkan stiker nama pada setiap rak, agar seluruh anggota keluarga juga tahu tempat masing-masing barang.

Cara melipat dan menata pakaian dalam lemari ala KonMari. Image via Juju Sprinkles

Marie Kondo juga memberikan tips lho, bagaimana melipat baju dengan cara digulung, bukannya ditumpuk. Juga cara melipat kaus kaki hingga lebih mudah dipilih dan diambil. Dengan kemudahan memilih dan mengambil ini, barang-barang tersebut akan tetap rapi sampai kapan pun.

SQUBIC  MEUBEL & INTERIOR – INTERIOR DESIGN | LIGHTING DESIGN | INTERIOR JOGJA | KITCHEN SET DI JOGJA | FURNITURE JOGJA  Kami Team Squbic memberikan solusi dan masukan yang sesuai dengan konsep klien. Gunakan jasa kami dengan KLIK DISINI. Hubungi Kami di  081999960900 / 089530868777 | email : info@squbic.co.id